Mantan PM Malaysia Mahathir Diperbolehkan Pulang dari Rumah Sakit, tapi Masih Harus Jalani Perawatan

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (96) masih harus menjalani perawatan di Institut Jantung Negara (IJN) meski telah diizinkan pulang, kata kantornya dalam sebuah pernyataan, Jumat (4/2/2022). Dilansir , Mahathir telah diizinkan untuk pulang dan kembali ke rumah sakit untuk fisioterapi dan perawatan lebih lanjut. Ia telah disarankan untuk tidak menerima pengunjung.

Dalam pesan video, Mahathir mengatakan dia kembali ke rumah sakit di malam hari setelah menghabiskan siang hari di rumah karena masih harus menjalani prosedur tertentu. "Saya telah pulih, tidak sepenuhnya," kata Mahathir dalam video, di mana dia juga terlihat berjalan perlahan. Mahathir masih menjadi anggota parlemen yang aktif.

Ia dirawat di rumah sakit untuk perawatan setelah menjalani prosedur medis elektif pada 8 Januari lalu. IJN tidak mengatakan pada saat itu perawatan apa yang diterima Mahathir, yang memiliki riwayat masalah jantung. Mereka hanya menyebut prosedur itu lancar dan berjalan sesuai rencana.

Dilansir pada tahun 2018, Mahathir dirawat karena infeksi dada di rumah sakit yang sama. Ia menjalani perawatan dan observasi pada Agustus 2016. Pada 2006, ia pernah menderita serangan jantung ringan.

Ia juga telah menjalani dua kali operasi bypass, yang pertama di Rumah Sakit Kuala Lumpur pada tahun 1989 dan yang kedua di IJN pada tahun 2007. Dilansir , berikut profil serta fakta fakta singkat Mahathir Mohamad. Tanggal lahir: 10 Juli 1925 (secara resmi tercatat 20 Desember 1925)

Tempat Lahir: Alor Setar, Kedah Ayah: Mohamad Iskandar, seorang Muslim India dan seorang guru di Malaysia Utara Istri: Siti Hasmah Ali (1956)

Anak anak: Marina, Mirzan, Melinda, Mokhzani, Mukhriz, Maizura dan Mazhar Pendidikan: King Edward VII College of Medicine di Singapura pada tahun 1947 Agama: Islam

Mahathir menjadi pemimpin tertua di dunia yang dilantik pada usia 92 tahun sebagai perdana menteri Malaysia di tahun 2018, satu setengah dekade setelah pensiun. Ia juga menjadi perdana menteri Malaysia dari Juli 1981 hingga Oktober 2003. Setelah kehilangan kursi pertamanya di parlemen, ia menulis buku berjudul "The Malay Dilema."

Buku itu berisi stereotip rasis tetapi membantu menetapkan Mahathir sebagai advokat untuk hak hak Melayu. Mahathir disebut sebut sebagai sosok yang mengubah Malaysia menjadi kekuatan perdagangan dan ekonomi utama di Asia Tenggara. 1946 – Bergabung dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

1964 – Terpilih menjadi anggota Parlemen untuk pertama kalinya. 1969 Kehilangan kursinya di Parlemen dan dikeluarkan dari UMNO. 1972 – Kembali ke UMNO.

1973 Diangkat sebagai Senator di parlemen Malaysia. 1974 – Terpilih sebagai menteri pendidikan. 1976 – Menjadi wakil perdana menteri.

Juli 1981 Menjadi perdana menteri keempat Malaysia, menteri dalam negeri, dan menteri kehakiman. Januari 1989 – Melakukan operasi bypass jantung. 1998 Memberhentikan wakilnya, Anwar Ibrahim dan menuduhnya melakukan pelecehan seksual dan korupsi.

Juni 2002 – Mengumumkan pengunduran diri sebagai PM. 16 Oktober 2003 – Pada KTT Islam 57 di Malaysia, Mahathir mengklaim dalam pidatonya bahwa orang orang Yahudi "memerintah dunia dengan perantaraan. Mereka membuat orang lain berjuang dan mati untuk mereka." 31 Oktober 2003 – Mahathir pensiun dan menyerahkan kepemimpinan kepada wakilnya, Abdullah Ahmad Badawi.

September 2007 – Menjalani operasi bypass jantung setelah mengalami dua kali serangan jantung dalam waktu 10 bulan. 16 Mei 2008 – Pemerintah Malaysia mengumumkan telah memulai penyelidikan korupsi oleh pemerintahan Mahathir pada 1980 an dan 1990 an. 19 Mei 2008 – Mahathir mengundurkan diri dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu, partai yang berkuasa di Malaysia.

Desember 2013 – Mengundurkan diri sebagai penasihat perusahaan minyak dan gas Petronas, karena sakit. 30 Maret 2016 – Mengundurkan diri sebagai ketua dewan dari produsen mobil Malaysia Proton Holdings setelah menjabat lebih dari dua tahun. Proton adalah produsen mobil terkemuka di Malaysia dan didirikan oleh Mahathir pada tahun 1983 sebagai satu satunya perusahaan mobil Nasional.

Januari 2018 – Mahathir ditunjuk sebagai calon perdana menteri. Dia mengatakan negara itu sedang dihambat oleh Perdana Menteri Najib Razak dan bahwa partai partai oposisi membutuhkannya karena mereka "belum bisa mendapatkan suara Melayu pedesaan." Mei 2018 – Koalisi Mahathir memenangkan 121 kursi di parlemen negara itu, cukup untuk membentuk mayoritas sederhana dan mengambil kendali DPR.

Jumlah pemilih lebih dari 76% menurut Komisi Pemilihan Malaysia. 10 Mei 2018 – Dilantik sebagai perdana menteri oleh penguasa konstitusional Malaysia, Raja Muhammad V. 24 Februari 2020 – Kantor Mahathir mengumumkan pengajuan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.